Redaktur: Redaksi
Plh Kepala DLH Samarinda, Basuni, menyampaikan upaya optimalisasi armada pengangkut sampah yang sudah berusia hingga 20 tahun di tengah keterbatasan anggaran. (Istimewa)
Samarinda, Afiliasi.net - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengakui tetap berupaya untuk mengoptimalkan kinerja pelayanan kebersihan di tengah keterbatasan kondisi armada yang ada di Kota Samarinda.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Samarinda, Basuni menyampaikan bahwa jumlah armada yang dimiliki saat ini masih belum memadai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
“Sebenarnya belum memadai. Dari sisi jumlah juga, dan dari sisi kualitas juga banyak armada yang sudah perlu diperbaharui,” ucapnya, Sabtu 18 April 2026.
Ia menjelaskan, total armada yang dimiliki DLH saat ini berkisar 80 unit. Namun, sebagian besar kendaraan tersebut sudah berusia di atas lima tahun, bahkan ada yang mencapai 15 hingga 20 tahun dan masih digunakan untuk operasional.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya perawatan serta konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi. Meski demikian, DLH tetap berupaya memaksimalkan armada yang ada agar pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan.
“Selama masih bisa dioperasikan, kita tetap gunakan. Tapi memang risikonya perawatan lebih mahal dan BBM lebih boros,” jelasnya.
Di sisi lain, DLH juga telah mengusulkan penambahan armada setiap tahun. Namun, proses pengadaan kendaraan berada di bawah kewenangan instansi lain dan harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Selain itu, kebijakan penggabungan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) juga menjadi bagian dari strategi efisiensi. Menurut Basuni, penggabungan TPS dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi kesan kumuh akibat banyaknya titik pembuangan.
“Penggabungan TPS ini bagian dari pola pengelolaan agar lebih efektif dan kota tidak terlihat terlalu kotor karena terlalu banyak titik TPS,” katanya.
DLH Samarinda berharap, dengan optimalisasi armada yang ada serta penataan sistem pengelolaan sampah, pelayanan kebersihan tetap dapat berjalan maksimal sembari menunggu penambahan sarana pendukung di masa mendatang. (*)
TOPIK BERITA TERKAIT:
#dlh-samarinda #pengelolaan-sampah #pemkot-samarinda