Senin, 25 Mei 2026 11:44 WIB

Advetorial

Guntur Soroti Ancaman Pergeseran Nilai Pancasila di Era Media Sosial saat Sosper di Loa Raya

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Anggota DPRD Kaltim, Guntur dari Fraksi PDI Perjuangan saat Sosperda di Desa Loa Raya. (Sumber: Istimewa)

Kutai Kartanegara, Afiliasi.net – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Guntur, kembali mengingatkan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di tengah derasnya disrupsi informasi digital dan media sosial saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 9 Tahun 2023 di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Jumat 22 Mei 2026.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita tersebut, Guntur menilai perkembangan media sosial membawa dua sisi yang tidak bisa dihindari. Di satu sisi memudahkan masyarakat mengakses informasi, namun di sisi lain juga membuka ruang lahirnya polarisasi, penyebaran hoaks, hingga lunturnya nilai-nilai kebangsaan.

“Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Guntur.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, Perda Nomor 9 Tahun 2023 hadir sebagai instrumen penting untuk memperkuat fondasi ideologi bangsa di tengah perubahan sosial yang bergerak sangat cepat akibat perkembangan teknologi digital.

Ia menilai generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terpapar informasi tanpa filter apabila tidak dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat sejak dini.

“Harapannya, pengetahuan yang sudah diatur dalam peraturan ini bisa diwariskan dan berkelanjutan, menjadi bekal bagi generasi berikutnya,” katanya.

Guntur menyebut, fenomena media sosial saat ini tidak hanya mempengaruhi pola komunikasi masyarakat, tetapi juga perlahan menggeser cara pandang terhadap nilai gotong royong, toleransi, hingga rasa persatuan yang selama ini menjadi karakter bangsa Indonesia.

Menurutnya, masyarakat kini semakin mudah terjebak dalam ruang gema digital atau echo chamber yang membuat seseorang hanya menerima informasi sesuai keyakinannya sendiri.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat memicu perpecahan apabila tidak diimbangi dengan pendidikan Pancasila dan pemahaman sejarah kebangsaan yang memadai.

“Mencintai NKRI itu harga mati. Jangan mudah percaya dengan konspirasi-konspirasi yang dimainkan oleh oknum tertentu untuk memecah belah bangsa ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan menjaga ideologi bangsa di era digital tidak lagi sama seperti masa lalu. Ancaman saat ini hadir melalui perang opini, manipulasi informasi, hingga konten-konten provokatif yang dengan cepat menyebar melalui media sosial.

Karena itu, Guntur menilai pendidikan Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai materi formal di sekolah, melainkan harus menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

“Dengan memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak menyikapi berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan. Pendidikan Pancasila penting, bukan hanya di sekolah, tapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari,” pungkasnya.


TOPIK BERITA TERKAIT: #nilai-nilai-pancasila #guntur #pdi-perjuangan #dprd-kaltim 

Berita Terkait

IKLAN