Jumat, 17 April 2026 03:42 WIB

Daerah

Terbatas Anggaran Fiskal, Dishub Kaltim Fokus PJU dan Dermaga Sungai Mahakam di 2026

Redaktur: Redaksi
| 10 views

Yusliando, Kadishub Kaltim, saat menyampaikan proyeksi anggaran perhubungan tahun 2026 dan 2027 dalam rapat dengan DPRD Kaltim. (Istimewa)

Afiliasi.net, Samarinda - Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) memproyeksikan pelaksanaan program tahun 2026 akan difokuskan pada kegiatan prioritas seiring keterbatasan anggaran yang tersedia.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando, mengatakan hal tersebut disampaikan dalam rapat bersama DPRD Kaltim yang membahas rencana kerja 2026 serta proyeksi awal untuk 2027.

“Untuk 2026, kami hanya memiliki dua kegiatan fisik utama yang bisa dilaksanakan,” ujar Yusliando Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, program pertama adalah pemasangan fasilitas keselamatan jalan, seperti penerangan jalan umum (PJU), guardrail, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Program kedua adalah pembangunan dermaga tambat di Sungai Mahakam.

“Karena keterbatasan anggaran, hanya dua itu yang bisa kami prioritaskan di tahun 2026,” katanya.

Yusliando menyebutkan, alokasi anggaran untuk fasilitas keselamatan jalan diperkirakan berada di kisaran Rp15 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk pengadaan dan pemasangan PJU serta guardrail.

Sementara itu, untuk pekerjaan marka jalan, menurutnya tidak lagi menjadi kewenangan Dinas Perhubungan provinsi.

“Kebanyakan marka jalan sekarang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum. Jadi kami berbagi peran,” jelasnya.

Terkait cakupan pekerjaan, Dishub Kaltim menegaskan hanya akan menangani jalan dengan status provinsi.

Adapun jalan kota menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

“Kalau di jalan provinsi, itu yang kami tangani. Kalau jalan kota, itu kewenangan Dishub kabupaten/kota,” ujarnya.

Selain membahas program 2026, Dishub Kaltim juga memaparkan proyeksi anggaran tahun 2027.

Dalam dokumen perencanaan, alokasi untuk sektor perhubungan diperkirakan sekitar Rp55 miliar, dengan asumsi pendapatan daerah mencapai Rp21 triliun.

Namun demikian, Yusliando mengingatkan angka tersebut masih bersifat indikatif dan berpotensi berubah.

“Melihat kondisi keuangan daerah, ada kemungkinan anggaran itu akan turun. Kami masih menunggu pagu resmi dari TAPD,” katanya.

Di sisi lain, terkait kebutuhan revitalisasi dermaga penyeberangan di Penajam Paser Utara (PPU), Yusliando mengaku pihaknya akan melakukan penyesuaian dengan kondisi fiskal daerah.

“Yang penting dermaga itu bisa berfungsi dengan baik dan nyaman untuk masyarakat. Soal nilai anggaran, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dishub-kaltim #yusliando #pju-kaltim #dermaga-mahakam 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler