Sabtu, 11 April 2026 06:02 WIB

Advetorial

Jelang JCC ke-2, Samarinda Siap Jadi “Heart” IKN: Neneng Tekankan Sinkronisasi Tata Ruang

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Sekda Samarinda, Neneng Chamelia. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net – Menjelang pelaksanaan Joint Coordinating Committee (JCC) ke-2, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mematangkan peran strategisnya dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan fokus pada sinkronisasi tata ruang dan penguatan infrastruktur.

Pembahasan tersebut digelar dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, di Balai Kota Samarinda pada Kamis 9 April 2026.

Melalui Bapperida Samarinda, Pemkot Samarinda memastikan arah pembangunan kota selaras dengan konsep Tri-City Development Plan (TCDP) yang diinisiasi Bappenas.

Dalam skema itu, kawasan IKN dibangun dengan pembagian peran antarwilayah. IKN sebagai pusat pemerintahan (brain), Balikpapan sebagai penguat logistik (muscle), Kutai Kartanegara sebagai penyedia sumber daya (fuel), dan Penajam Paser Utara sebagai penopang keberlanjutan (sustenance).

Sementara itu, Samarinda ditetapkan sebagai “heart” atau jantung kawasan. Peran ini menjadikan Samarinda sebagai pusat layanan perkotaan, penggerak ekonomi dan jasa, sekaligus simpul konektivitas regional.

Neneng Chamelia Shanti menegaskan kesiapan daerah menjadi faktor penting agar dokumen perencanaan mampu menjawab kebutuhan kawasan secara terintegrasi.

“Makanya sinkronisasi ini penting agar arah pembangunan daerah sejalan dengan program strategis nasional,” tegasnya.

Sebelumnya, pembahasan teknis telah dilakukan melalui Technical Working Group (TWG) pada JCC ke-1 yang melibatkan lima daerah, pemerintah provinsi, Bappenas, serta JICA. Hasil pembahasan tersebut akan dipertajam dalam JCC ke-2 agar lebih implementatif.

Pemkot Samarinda kini menitikberatkan pada penyelarasan tata ruang, penguatan infrastruktur, serta penyusunan program prioritas menuju RPJMD 2027.

Selain itu, penguatan identitas kota juga mulai disiapkan melalui pengembangan potensi unggulan, seperti eco cultural tourism, yang mencakup wisata sungai hingga wisata sejarah sebagai daya tarik baru kawasan. (*)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #neneng-chamelia-shanti #jcc-ke-2-ikn #tri-city-development-plan #rpjmd-samarinda #pemkot-samarinda 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler