Minggu, 31 Mei 2026 12:11 WIB

Advetorial

BPBD Samarinda Punya Speedboat Penyelamatan Rp1,69 Miliar, Siap Antisipasi Darurat di Sungai Mahakam

Redaktur: Redaksi
| 299 views

Speedboat baru milik BPBD Samarinda. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memperkenalkan armada speedboat baru yang dirancang khusus untuk operasi penyelamatan di perairan Sungai Mahakam.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso menegaskan pengadaan speedboat senilai Rp1,69 miliar tersebut bukan sekadar kapal biasa, melainkan armada rescue yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

“Ini bukan speedboat penumpang. Dari awal memang dirancang untuk kebutuhan penyelamatan, termasuk dukungan alat navigasi khusus untuk operasi rescue,” ungkapnya, Sabtu 4 April 2026.

Ia menjelaskan, spesifikasi teknis menjadi pertimbangan utama mengingat karakter Sungai Mahakam yang memiliki arus kuat dan aktivitas lalu lintas air yang tinggi, sehingga membutuhkan kapal yang tangguh dan responsif.

Pengadaan dilakukan melalui sistem e-katalog dengan melibatkan penyedia dari Surabaya. Proses ini diklaim sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi serta memastikan kualitas produksi sesuai kebutuhan.

Berdasarkan spesifikasi, kapal tersebut merupakan jenis Rigid Hull Aluminium Boat dengan panjang 7 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi lambung 0,7 meter. Kapal juga memiliki draft 0,35 meter, yang memungkinkan manuver optimal di perairan sungai serta lebih tahan terhadap benturan.

Dari sisi performa, speedboat ini dilengkapi dua mesin outboard masing-masing 85 HP, dengan kecepatan operasional mencapai 28 hingga 30 knot. Kapasitas maksimal kapal mencapai tujuh orang, dengan fokus pada efisiensi ruang bagi tim penyelamat dan peralatan evakuasi.

Suwarso menambahkan, penggunaan material aluminium marine menjadi keunggulan utama dibandingkan speedboat pada umumnya yang berbahan fiber.

“Material aluminium dipilih karena lebih kuat, tahan benturan, dan lebih aman untuk operasi penyelamatan di sungai seperti Mahakam,” jelasnya.

Armada ini akan difungsikan untuk mendukung pencarian dan pertolongan korban kecelakaan air, serta patroli pengamanan kegiatan masyarakat di kawasan tepi sungai.

Sejumlah agenda seperti Festival Mahakam, Festival Karang Mumus hingga pengamanan malam tahun baru di kawasan Teras Samarinda menjadi bagian dari kegiatan yang memerlukan pengawasan intensif di perairan.

Dengan kehadiran armada baru ini, BPBD berharap dapat meningkatkan kecepatan respons dan efektivitas penanganan kondisi darurat di wilayah sungai.

“Harapannya, ini bisa menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” pungkasnya. (*)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpbd-samarinda #suwarso #pemkot-samarinda 

Berita Terkait

IKLAN