Redaktur: Redaksi
Tati, seorang pedang pelastik yang berada di kawasan Kelurahan Timbau Tenggarong. (Istimewa)
Tenggarong, Afiliasi.net – Kenaikan harga kantong plastik mulai dirasakan para pedagang di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam sepekan terakhir, harga berbagai jenis plastik disebut melonjak hingga 40 persen.
Hal ini disampaikan Tati, seorang penjual plastik di Tenggarong, saat ditemui wartawan pada Selasa 7 April 2026. Ia mengungkapkan, kenaikan terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang dijualnya.
“Kalau naik itu sekitar 40 persen dari harga sebelumnya. Hampir semua jenis plastik naik, terutama kantong kresek dan kertas nasi. Kalau untuk barang ATK, sejauh ini belum ada kenaikan,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan paling signifikan terjadi pada plastik ukuran besar. Plastik kuning jumbo yang sebelumnya dijual sekitar Rp33 ribu per pack, kini naik menjadi Rp40 ribu.
Sementara itu, untuk ukuran lebih kecil, lonjakan harga juga cukup terasa. Kresek kecil dan ukuran tanggung yang sebelumnya dibanderol Rp12 ribu kini mencapai Rp20 ribu per pack.
“Ini naiknya lumayan tinggi,” tambahnya.
Tati menjelaskan, meskipun terjadi kenaikan harga, permintaan dari pembeli masih tetap ada, meski sedikit mengalami penurunan.
“Pembeli mungkin ada yang berkurang, tapi mau tidak mau mereka tetap beli karena ini kebutuhan. Apalagi banyak usaha yang bergantung pada plastik,” jelasnya.
Ia menyebut, ukuran plastik yang paling diminati adalah ukuran kecil, seperti ukuran 15. Harga untuk ukuran ini juga ikut mengalami kenaikan, dari Rp6 ribu menjadi Rp7.500 untuk jenis tipis, dan dari Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu untuk ukuran tanggung.
Lebih lanjut, para pelanggan yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil mengeluhkan kenaikan harga tersebut. Tati menilai, kondisi ini berpotensi berdampak pada harga jual produk makanan.
“Keluhan pasti ada, karena harga naik cukup jauh dari biasanya. Kemungkinan nanti harga makanan juga ikut naik,” katanya.
Terkait penyebab kenaikan, Tati mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, ia mendengar kabar bahwa faktor global turut memengaruhi lonjakan harga tersebut.
“Katanya sih karena pengaruh konflik luar negeri, seperti perang. Tapi kami juga tidak tahu pasti,” ujarnya.
Ia menambahkan, lonjakan harga kali ini merupakan yang paling tinggi dibanding sebelumnya. Jika biasanya kenaikan hanya terjadi pada satu atau dua merek dengan selisih Rp1.000 hingga Rp2.000, kini kenaikan bisa mencapai Rp5.000 per pack.
“Kenaikan ini baru terjadi sekitar satu minggu terakhir, tapi sudah terasa sekali dampaknya,” ucapnya.
Tati berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk mencari solusi atas kenaikan harga tersebut, terutama demi menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah (UMKM).
“Harapannya pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi ini. Karena plastik sudah jadi kebutuhan utama, jadi semoga ada solusi agar harga bisa kembali normal,” pungkasnya. (*)
TOPIK BERITA TERKAIT:
#harga-plastik #umkm-kukar