Kamis, 26 Maret 2026 04:46 WIB

Daerah

Pionir Digital di Kaltim, SMAN 3 Samarinda Resmi Jadi Sekolah Model Koding dan Kecerdasan Artifisial Nasional

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Kepala SMAN 3 Samarinda, Supartinah saat momen bersama Dirjen PAUD Dikdasmen Kepala SMAN 1 Balikpapan. (Istimewa).

Samarinda, Afiliasi.net — SMAN 3 Samarinda mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan Kalimantan Timur. Sekolah yang terletak di Jalan Juanda ini resmi ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Kementerian Pendidikan, melalui keputusan resmi yang diterbitkan pada 12 Maret 2026.

Penunjukan ini menempatkan SMAN 3 Samarinda dalam jajaran elit 140 SMA negeri di Indonesia yang dipercaya mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi masa depan. Di Kaltim, status bergengsi ini hanya dimiliki oleh dua sekolah, yakni SMAN 3 Samarinda dan SMAN 1 Balikpapan.

Kepala SMAN 3 Samarinda, Supartinah, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang telah dipersiapkan sejak pertengahan 2025 melalui penyusunan peta jalan (roadmap) yang matang.

“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan mutu, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga karakter dan inovasi pembelajaran. Momentum ini akan kami gunakan untuk memperkuat posisi sebagai rujukan pendidikan berbasis teknologi,” ujar Supartinah, Selasa, 24 Maret 2026.

Penanggung jawab program, Fathur Rachim, menjelaskan bahwa implementasi Koding dan AI tidak akan menambah beban mata pelajaran baru bagi siswa. Sebaliknya, teknologi tersebut akan diintegrasikan secara kolaboratif ke dalam aktivitas belajar yang sudah ada untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Strategi pengembangan sekolah ini dibagi ke dalam empat fase utama, mulai dari tahap pra-berkembang hingga mencapai level unggul dalam dua tahun ke depan. Sebagai sekolah model, SMAN 3 Samarinda nantinya wajib membagikan praktik baik mereka kepada sekolah-sekolah lain di wilayah sekitar.

“Pendekatannya kontekstual. Siswa tidak hanya memahami teori AI secara abstrak, tetapi mampu menerapkannya dalam berbagai disiplin ilmu. Kami ingin siswa kami siap menghadapi transformasi teknologi global dengan kemampuan berpikir kritis yang tajam,” pungkas Fathur. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sman-3-samarinda #pendidikan-kaltim 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler