Sabtu, 11 April 2026 06:03 WIB

Advetorial

Truk Sampah DLH Samarinda Banyak yang Sudah Tua, Taufiq Akui Masih Dioperasikan karena Keterbatasan Armada

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Ilustarsi mobil DLH Samarinda. (HO/DLH Samarinda)

Samarinda, Afiliasi.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengakui masih adanya armada truk pengangkut sampah yang berusia tua dan kurang layak operasional.

Hal ini menyusul viralnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi truk sampah milik DLH yang tampak kropos di bagian belakang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar menjelaskan bahwa sebagian armada memang telah digunakan sejak lama, bahkan ada yang berasal dari tahun 2013 dan masih dioperasikan hingga saat ini.

“Memang ada beberapa truk yang kondisinya sudah kurang layak. Tapi karena keterbatasan armada, tetap kami gunakan untuk pelayanan,” ungkapnya, Kamis 9 April 2026.

Ia menyebutkan, DLH Samarinda saat ini memiliki sekitar 71 kendaraan pengangkut sampah yang melayani 83 Tempat Pembuangan Sementara (TPS), dengan dukungan sekitar 87 hingga 88 sopir. Kondisi ini menyebabkan sebagian armada harus digunakan secara bergantian oleh dua pengemudi.

Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah kota terus berupaya melakukan peremajaan armada. Pada 2025, DLH mendapat tambahan 10 unit truk, setelah sebelumnya menerima 8 unit pada 2024 dan 15 unit pada 2023. Bahkan pada 2021, tercatat ada penambahan hingga 21 unit kendaraan berbagai jenis.

Namun demikian, upaya peremajaan belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan ideal di lapangan. Terlebih, sempat terjadi kekosongan penganggaran dalam beberapa tahun yang berdampak pada tidak adanya regenerasi armada secara berkelanjutan.

“Tahun ini sementara belum ada penambahan karena efisiensi anggaran. Tapi tetap kami perjuangkan agar ke depan ada pengadaan rutin setiap tahun,” jelasnya.

Taufiq juga menambahkan, kendaraan tua cenderung memiliki biaya perawatan yang tinggi. Dalam beberapa kasus, biaya perbaikan bisa mencapai puluhan juta rupiah, namun kerusakan kerap kembali terjadi karena faktor usia kendaraan.

Terkait perawatan, DLH memastikan setiap kerusakan akan segera ditangani melalui bengkel. Proses perbaikan, seperti pengelasan, biasanya memakan waktu beberapa hari tergantung antrean dan tingkat kerusakan.

Selain itu, pengemudi juga diminta aktif melaporkan kerusakan agar tidak menimbulkan dampak seperti ceceran sampah di jalan.

Saat ini, total armada angkutan sampah di Samarinda mencapai 73 unit, terdiri dari arm roll dan dump truck, yang dioperasikan oleh sekitar 89 sopir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 unit masih digunakan secara bergantian.

DLH berharap ke depan adanya pengadaan rutin armada baru dapat membantu menggantikan kendaraan lama, sehingga pelayanan pengangkutan sampah di Kota Samarinda bisa lebih optimal. (*)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #muhammad-taufiq-fajar #dlh-samarinda #pemkot-samarinda 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler