Minggu, 01 Maret 2026 09:03 WIB

Hukum dan Kriminal

Senggol Fender Jembatan Mahulu, Polresta Samarinda Periksa Dua Nakhoda Tongkang Batu Bara

Redaktur: Redaksi
| 15 views

Tangkapan layar insiden Jembatan Mahuku. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Polresta Samarinda bergerak cepat mengusut insiden tongkang batu bara yang menyenggol Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi, termasuk nakhoda dari dua kapal yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Menurut Kombes Pol Hendri, insiden yang sempat viral di media sosial ini bermula ketika salah satu tongkang kehilangan kendali atau larut hingga posisinya melintang di alur sungai. Saat kapal lain mencoba melakukan evakuasi dengan cara menarik, tongkang tersebut justru terseret arus dan mengenai bagian pelindung jembatan.

“Nakhoda sudah kita periksa, karena memang ada dua kapal dalam kejadian itu. Yang larut itu sempat melintang dan mengenai fender yang tidak terlihat (di bawah permukaan air), sehingga kapal terdorong sampai ke bawah,” jelas Kombes Pol Hendri Umar, Rabu (25/2/2026) malam.

Kepolisian kini memfokuskan penyelidikan pada apakah insiden ini murni disebabkan oleh faktor alam (arus sungai) atau adanya unsur kelalaian manusia (human error) dalam prosedur pengawalan tongkang (assist).

Untuk memastikan keamanan struktur jembatan, Polresta Samarinda telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kaltim sebagai instansi yang berwenang dalam pemeliharaan Jembatan Mahulu. Evaluasi teknis diperlukan untuk melihat sejauh mana dampak benturan terhadap fender maupun pilar utama jembatan.

“Koordinasi dilakukan guna memastikan apakah benar ada tabrakan di sana atau hanya larut kemudian menyenggol bagian pelindung jembatan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, alur pelayaran di bawah Jembatan Mahulu dilaporkan telah kembali normal, namun pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas kapal-kapal besar yang melintasi jembatan tersebut, terutama saat kondisi debit air Sungai Mahakam sedang meningkat. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jembatan-mahulu #tongkang-batu-bara #polresta-samarinda #kombes-pol-hendri-umar #sungai-mahakam #pupr-kaltim 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler