Kamis, 19 Februari 2026 03:08 WIB

Daerah

Tradisi Ziarah Bawa Berkah, Penjual Bunga di Makam Abul Hasan Kantongi Rp5 Juta Jelang Ramadan

Redaktur: Redaksi
| 19 views

Anisa saat berjualan di kawasan Kuburan Muslimin Jalan Abul Hasan. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Aroma wangi bunga rampai dan pandan mulai merebak di sepanjang Jalan Abul Hasan, Samarinda. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, para peziarah mulai memadati Kuburan Muslimin untuk mendoakan kerabat yang telah berpulang. Momen tahunan ini menjadi ladang rezeki bagi para pedagang bunga tabur, salah satunya Anisa (21).

Gadis muda ini sudah bersiaga di lapaknya sejak pukul 06.00 WITA. Dengan cekatan, ia membungkus kelopak mawar, melati, dan rajangan daun pandan. Anisa mematok harga mulai dari Rp5 ribu hingga Rp35 ribu per bungkus, tergantung pada kerumitan rangkaian dan ketersediaan stok bunga di pasaran.

“Kalau bahannya susah, biasanya harganya ikut naik,” ujar Anisa saat ditemui di sela aktivitasnya, Selasa (17/2/2026).

Meski angka penjualannya tergolong besar, Anisa mengaku merasakan perbedaan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam empat hari menjelang Ramadan ini, ia berhasil mengumpulkan omzet hingga Rp5 juta. Namun, angka tersebut disebutnya baru mencapai 70% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab penurunan pendapatan adalah perubahan tata ruang transportasi di kawasan tersebut. Pemberlakuan sistem satu jalur di Jalan Abul Hasan dinilai membuat calon pembeli yang menggunakan kendaraan sering kali sulit untuk sekadar menepi dan berbelanja secara mendadak.

“Pendapatan agak menurun sekitar 20 persen. Mungkin karena sekarang sudah diberlakukan jalur satu di sini,” tambahnya.

Untuk menjaga kualitas dagangannya, Anisa mendatangkan pasokan bunga segar langsung dari wilayah Jalur Dua, Tenggarong. Bunga-bunga tersebut diolah kembali di Samarinda agar tetap segar saat sampai ke tangan peziarah.

Meski harus bersaing dengan perubahan arus lalu lintas dan fluktuasi harga bahan baku, Anisa tetap optimistis. Baginya, berjualan bunga di musim ziarah bukan sekadar mencari untung, melainkan membantu masyarakat menjalankan tradisi penghormatan kepada leluhur dengan khidmat. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ramadan-2026 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler