Senin, 16 Februari 2026 06:38 WIB

Daerah

Helmi Abdullah Beri Sinyal Lanjutkan Estafet Andi Harun di 2029, Gagas Pro Bebaya "Naik Kelas"

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Dinamika politik menuju Pilkada Samarinda 2029 mulai menghangat lebih awal. Ketua DPRD Samarinda sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, secara terang-terangan membuka peluang untuk melanjutkan kepemimpinan Wali Kota Andi Harun di masa mendatang.

Sinyal kuat ini muncul usai diskusi publik bertajuk “Pro Bebaya Tanpa AH, Bisa?” yang digelar komunitas Arus Bawah di Gedung Science Learning Center FMIPA Unmul, Minggu (15/2/2026). Helmi bahkan sempat melontarkan candaan filosofis terkait inisial nama yang merujuk pada estafet kepemimpinan dari kader Gerindra ke kader Gerindra lainnya.

“AH itu kalau dibalik jadi apa? HA kan. Andi Harun kalau dibalik Helmi Abdullah. Tahu kan maksudnya?” seloroh Helmi Abdullah sembari tertawa di hadapan awak media.

Fokus utama Helmi adalah menjaga keberlanjutan program unggulan Pro Bebaya yang dinilai telah memberikan dampak masif di tingkat akar rumput (RT). Mengingat Andi Harun tidak dapat lagi maju karena batasan dua periode, Helmi menilai sangat wajar jika estafet pembangunan ini diteruskan oleh figur yang memahami pondasi program tersebut.

Tak sekadar melanjutkan, Helmi mendorong agar Pro Bebaya "naik kelas". Ia menggagas peningkatan anggaran yang saat ini berada di angka Rp100 juta per RT untuk ditambah lebih besar lagi, selaras dengan pertumbuhan APBD Samarinda. Selain anggaran, ia juga mengusulkan skema pemberian reward bagi wilayah yang dinilai paling optimal dalam menjalankan kolaborasi program antar-RT.

“Kalau saya diberi amanat, tentu program ini akan kita lanjutkan. Tidak ada alasan untuk tidak mencontoh program yang sudah terbukti baik,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, turut memberikan respons diplomatis terkait munculnya bursa kandidat dini ini. Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda tersebut bahkan sempat berseloroh mengenai berbagai kemungkinan koalisi di masa depan.

“Tergantung, apakah IH (Iswandi–Helmi), HI (Helmi–Iswandi), atau IS (Iswandi–Saefuddin Zuhri). Tapi itu masih lama,” canda Iswandi.

Diskusi ini seolah menjadi garis start bagi para elit politik di Kota Tepian untuk berefleksi sekaligus menakar sejauh mana kesiapan mereka menjaga keberlangsungan program kerakyatan pasca-era Andi Harun berakhir nantinya. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #helmi-abdullah #pilkada-samarinda-2029 #andi-harun #gerindra-samarinda 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler