Sabtu, 14 Februari 2026 08:43 WIB

Daerah

Cegah Insiden PPU Terulang di Samarinda, Andi Harun dan Kapolresta Perketat "Food Security" Program Makan Gratis

Redaktur: Redaksi
| 1 views

Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Kapolresta Samarinda, Hendri Umar saat di SPPG.(HO/Dok Pemkot Samarinda)

Samarinda, Afiliasi.net - Dugaan keracunan massal yang menimpa 25 siswa SDN 008 Waru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alarm keras bagi daerah lain. Merespons hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar bergerak cepat memastikan standar higienitas di Kota Tepian berada dalam pengawasan ekstra ketat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyadari bahwa mengelola dapur umum dengan kapasitas ribuan porsi per hari memiliki risiko tinggi. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian di daerah lain harus menjadi bahan evaluasi untuk langkah mitigasi yang lebih kuat di Samarinda.

“Kuncinya adalah kolaborasi. TNI menjaga, Polri menjaga, pemerintah juga terlibat. Dari pemerintah, kami sudah menugaskan Dinas Kesehatan untuk mengawasi dari sisi kesehatan makanan,” jelas Andi Harun, Sabtu (14/2/2026).

Andi Harun mengingatkan bahwa program MBG merupakan instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, sehingga kualitas bahan baku dan kebersihan peralatan di dapur mitra penyedia harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Senada, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menjamin bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda diawasi secara berlapis. Proses food security dilakukan mulai dari tahap pembelian bahan mentah, penyimpanan, hingga teknis pencucian sayuran.

“Kita harus benar-benar strict, ketat dalam pendistribusian bahan mentah. Semua harus higienis,” tegas Hendri Umar.

Untuk memastikan keamanan pangan, Polresta Samarinda menyiagakan ahli gizi di setiap dapur SPPG. Tak hanya itu, fungsi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri turut dikerahkan untuk melakukan pengecekan kualitas makanan setiap hari, sementara fungsi Propam mengawal pengawasan secara internal.

Langkah preventif yang masif ini diharapkan dapat menutup celah kelalaian prosedur, sehingga para siswa di Samarinda dapat menerima manfaat program gizi nasional ini dengan aman dan sehat tanpa bayang-bayang risiko keracunan. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #makan-bergizi-gratis #andi-harun #kapolresta-samarinda #keracunan-mbg-ppu 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler