Sabtu, 14 Februari 2026 08:46 WIB

Daerah

Terpisah dari Induk, Anakan Orangutan "Panji" Dievakuasi dari Pohon Mangga Warga Bengalon

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Petugas saat menggendong Anakan Orangutan Bernama Panji. (Dok.CAN Borneo)

Samarinda, Afiliasi.net - Seekor anakan orangutan jantan yang kemudian diberi nama Panji, berhasil dievakuasi dari area permukiman warga di Desa Rawa Indah, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Satwa yang dilindungi ini ditemukan tengah bertahan hidup di pekarangan rumah warga sebelum akhirnya diamankan oleh tim gabungan.

Aksi penyelamatan ini bermula dari laporan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kutim ke Call Center BKSDA Kaltim pada Kamis, 12 Februari 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Seksi KSDA Wilayah II Tenggarong bersama tim Conservation Action Network (CAN) langsung meluncur ke lokasi pada Jumat keesokan harinya.

Saat ditemukan, Panji yang diperkirakan baru berusia 15 bulan tersebut sedang tertidur di tajuk pohon mangga. Meski masih anakan, petugas mencatat satwa ini menunjukkan perilaku agresif saat hendak dievakuasi, sebuah respons alami satwa liar terhadap keberadaan manusia.

Direktur CAN Borneo, Paulinus Kristianto, menjelaskan bahwa kondisi Panji yang berada di pekarangan warga merupakan upaya bertahan hidup setelah terpisah dari induknya.

“Bayi orangutan ini kemungkinan terpisah dengan ibunya, sehingga berusaha bertahan dengan mencari makan ke pohon buah mangga yang berada di pekarangan warga,” ungkap Paulinus pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Pasca-evakuasi, Panji segera dilarikan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam yang dikelola oleh CAN. Di sana, Panji akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan intensif serta proses rehabilitasi panjang sebelum nantinya siap dilepasliarkan kembali ke habitat asalnya.

Paulinus juga mengapresiasi kesadaran warga dan petugas Damkar yang segera melapor melalui jalur resmi. Menurutnya, kecepatan pelaporan menjadi kunci utama keberhasilan penyelamatan satwa tanpa menimbulkan konflik atau cedera.

“Jika ada kejadian begini warga dapat segera melapor dan tidak bertindak sendiri. Sehingga upaya gerak cepat tim penyelamatan dapat sangat efektif,” pungkasnya.

Saat ini, Panji berada dalam pengawasan ketat tim medis untuk memastikan kondisi fisik dan psikisnya pulih sempurna selama masa observasi di PPS Long Sam. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #orangutan-panji #bksda-kaltim #evakuasi-satwa-kutim #konservasi-orangutan #can-borneo #pps-long-sam 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler