Selasa, 10 Februari 2026 09:09 WIB

Daerah

Fisik Hampir Rampung, Operasional Gedung Pandurata RSUD AWS Masih Menunggu Kelengkapan Alat Medis

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Potret proyek Pandurata yang dalam tahap penyempurnaan. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Rencana pemanfaatan Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda pada pertengahan 2026 masih menghadapi ganjalan serius di sektor pengadaan perangkat kesehatan. Meski progres fisik bangunan menunjukkan tren positif, kelengkapan alat medis akan menjadi penentu utama kapan layanan kesehatan dapat dipindahkan sepenuhnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, mengungkapkan hal tersebut saat meninjau langsung fasilitas kesehatan di Jalan Palang Merah tersebut pada Senin, 9 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan konstruksi sudah berada di fase final dan kini memasuki masa pemeliharaan teknis. Jika tak ada aral melintang, pemindahan ratusan tempat tidur pasien dijadwalkan pada Juni atau Juli mendatang.

“Secara bangunan hampir selesai. Targetnya pertengahan tahun ini sudah bisa ditempati, termasuk pemindahan sekitar 540 tempat tidur dari gedung lama yang selama ini rawan banjir,” ujar H. Baba.

Selain penyempurnaan minor seperti pelebaran akses pintu untuk memudahkan mobilisasi pasien, sorotan utama dewan kini tertuju pada anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes). Tahun ini, lelang alkes dianggarkan sebesar Rp150 miliar, namun angka tersebut diprediksi belum mampu menutupi seluruh kebutuhan ideal rumah sakit.

“Koreksi-koreksi kecil masih ada, seperti pelebaran pintu agar pergerakan bed lebih lancar dan tidak menghambat pelayanan,” kata Baba.

Ia menambahkan, “Pengadaan alat kesehatan inilah yang menjadi tantangan utama. Anggaran yang tersedia sekitar Rp150 miliar, sementara kebutuhan keseluruhan masih cukup besar.”

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AWS, Nurliana Adriati Noor, membenarkan bahwa koordinasi intens terus dilakukan dengan Dinas PU terkait kesiapan lantai satu hingga enam. Pihak manajemen juga berencana tetap mengoptimalkan fasilitas lama yang masih layak pakai sembari menunggu pemenuhan alkes baru secara bertahap.

“Mayoritas ruang pelayanan sudah siap. Tinggal penyempurnaan teknis dan kelengkapan alat agar bisa beroperasi optimal,” jelas Nurliana.

Terkait detail teknis pintu yang menjadi sorotan, Nurliana menjelaskan bahwa spesifikasi tersebut krusial bagi keselamatan pasien karena mobilisasi di rumah sakit sangat bergantung pada dimensi tempat tidur.

“Tempat tidur pasien digunakan untuk mobilisasi, sehingga dimensinya besar. Karena itu pintu harus menyesuaikan agar pergerakan pasien lebih aman dan efisien,” tuturnya.

RSUD AWS yang menyandang status rujukan utama di Kaltim ditargetkan mampu memberikan layanan paripurna. Namun, terdapat celah anggaran yang cukup signifikan antara ketersediaan dana saat ini dengan kebutuhan untuk mendukung 24 jenis layanan spesialisasi tingkat tinggi.

“Kebutuhan alat kesehatan untuk mendukung 24 layanan paripurna diperkirakan sekitar Rp200 miliar. Sementara anggaran yang tersedia saat ini melalui Dinas Kesehatan sekitar Rp150 miliar,” pungkas Nurliana. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #rsud-abdul-wahab-sjahranie #komisi-iv-dprd-kaltim #h-baba 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler