Redaktur: Redaksi
Teluk Lerung. (Istimewa)
Samarinda, Afiliasi.net - Kehadiran Teluk Lerong Space (TLS) di area Teras Samarinda terbukti menjadi strategi jitu dalam menata estetika kota. Kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi baru, tetapi juga efektif meredam maraknya juru parkir (jukir) liar yang sebelumnya sering dikeluhkan masyarakat di sekitar lokasi tersebut.
Sebelum adanya TLS, pengelola menghadapi kendala serius terkait kebersihan dan okupansi parkir resmi. Banyak pengunjung yang memilih parkir sembarangan di luar area, namun justru meninggalkan beban sampah di dalam kawasan Teras Samarinda.
“Parkiran kami sepi, parkir di luar ramai, belanja di luar, makanannya dibawa ke Teras. Sampahnya dibuang di Teras, kita yang pusing,” ucap Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, Selasa 10 Februari 2026.
Melihat fenomena tersebut, Varia Niaga berinisiatif mengubah lahan eks SPBU menjadi ruang publik yang fungsional. Strategi ini dilakukan dengan perhitungan matang agar kapasitas parkir selalu seimbang dengan jumlah fasilitas duduk yang tersedia.
“Space yang kita ambil tidak banyak, kita hitung betul okupansinya. Kalau tempat duduk penuh, parkiran juga penuh. Itu sudah kita perhitungkan,” jelas Syamsuddin.
Kini, Teluk Lerong Space telah menjelma menjadi titik kumpul favorit bagi warga lokal maupun pelancong dari Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Daya tarik utamanya adalah perpaduan antara kuliner dan visual menawan dari aliran Sungai Mahakam serta Jembatan Mahakam saat malam tiba.
“Orang datang ke Teras Samarinda sekarang bukan cuma nongkrong, tapi juga healing. Mau lihat sunset, habis magrib datang lagi mau lihat jembatan,” tuturnya.
Menariknya, seluruh operasional dan pengembangan kawasan ini dilakukan secara profesional tanpa menyentuh dana APBD. Hal ini menuntut pengelola untuk terus inovatif agar unit bisnis tetap kompetitif dan berkelanjutan.
“Ini murni mandiri, tidak pakai APBD. Mau tidak mau unit bisnisnya harus hidup,” tegasnya.
Selain fasilitas, aspek UMKM juga menjadi perhatian utama. Varia Niaga melakukan seleksi ketat untuk memastikan pedagang yang bergabung memiliki standar kualitas tinggi sesuai dengan visi Wali Kota Samarinda agar pelaku usaha lokal bisa naik kelas.
“Pak Wali minta UMKM itu naik kelas. Jadi kita pilih yang produknya bagus, higienis, dan punya komunitas. Begitu mereka buka, langsung ramai,” tutup Syamsuddin. (*)
TOPIK BERITA TERKAIT:
#teluk-lerong-space #teras-samarinda #varia-niaga-samarinda #syamsuddin-hamade #perumda-varia-niaga