Redaktur: Redaksi
Ilustrasi Mendapatkan Leads menurut Krona Digital Marketing Agency. (Istimewa)
Afiliasi.net - Digital marketing sering dipersepsikan sebagai cara paling efektif untuk mendapatkan leads secara konsisten. Dengan berbagai channel seperti SEO, iklan digital, dan media sosial, banyak bisnis berharap calon pelanggan akan datang dengan sendirinya.
Namun pada praktiknya, tidak sedikit bisnis yang sudah menjalankan digital marketing tetapi tetap kesulitan mendapatkan leads yang berkualitas.
Menurut pengalaman tim Krona Digital Marketing Agency, masalah ini umumnya bukan karena digital marketing tidak bekerja. Tantangan utamanya justru terletak pada strategi yang tidak dibangun dengan tepat sejak awal.
Berikut penjelasannya.
Banyak bisnis menganggap digital marketing mereka berhasil karena website ramai pengunjung atau iklan mendapatkan banyak klik. Padahal, traffic tinggi tidak selalu sejalan dengan pertambahan leads.
Pengunjung bisa saja datang, membaca sebentar, lalu meninggalkan website tanpa melakukan apa pun. Hal ini sering terjadi karena:
Digital marketing seharusnya tidak hanya mendatangkan traffic, tetapi juga mengarahkan pengunjung untuk mengambil aksi yang relevan. Misal, jika Anda bergerak di bidang B2B bisnis, maka LinkedIn adalah platform social media yang tepat untuk menghasilkan leads.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menargetkan audiens yang terlalu luas. Ketika semua orang dianggap sebagai calon pelanggan, pesan marketing menjadi kurang relevan.
Dampaknya cukup signifikan, seperti:
Digital marketing akan jauh lebih efektif jika bisnis memahami siapa audiens idealnya, masalah apa yang mereka hadapi, serta solusi apa yang sedang mereka cari.
Website sering menjadi tujuan akhir dari berbagai aktivitas digital marketing. Sayangnya, banyak website bisnis belum dioptimalkan untuk konversi.
Beberapa masalah yang sering ditemukan antara lain:
Tanpa optimasi yang tepat, website hanya berfungsi sebagai etalase online, bukan sebagai alat untuk menghasilkan leads.
Mengandalkan satu channel saja, seperti hanya iklan atau hanya media sosial, membuat strategi digital marketing menjadi tidak seimbang. Perlu dipahami bahwa calon pelanggan biasanya membutuhkan beberapa kali interaksi sebelum akhirnya tertarik untuk menghubungi bisnis.
Jika bisnis tidak mengombinasikan channel seperti content marketing, SEO, dan retargeting, banyak potensi leads akan hilang di tengah proses.
Masih banyak bisnis yang menjalankan digital marketing tanpa benar-benar memanfaatkan data. Padahal, data memegang peran penting dalam evaluasi dan pengambilan keputusan.
Tanpa memantau metrik seperti conversion rate atau cost per lead, bisnis tidak mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki. Akibatnya, anggaran terus dikeluarkan, tetapi hasil yang diperoleh tidak mengalami peningkatan signifikan.
Digital marketing bukan tentang menjual secepat mungkin. Audiens perlu melalui proses bertahap, mulai dari mengenal masalah, memahami solusi, hingga akhirnya siap mengambil keputusan.
Tanpa funnel yang jelas, bisnis cenderung menawarkan produk atau jasa terlalu cepat. Hal ini membuat audiens belum siap dan respons yang diterima menjadi rendah, sehingga leads sulit diperoleh.
Kesulitan mendapatkan leads dari digital marketing umumnya bukan disebabkan oleh channel yang salah, melainkan oleh strategi yang tidak terstruktur dan tidak terintegrasi.
Mulai dari target audiens yang tidak jelas, website yang belum dioptimalkan, hingga tidak adanya funnel dan analisis data yang memadai.
Menurut Krona Digital Marketing Agency, digital marketing yang efektif selalu dimulai dari pemahaman bisnis, audiens, dan data, lalu diterjemahkan ke dalam strategi yang saling terhubung antar channel.
Jika digital marketing Anda belum menghasilkan leads, langkah terbaik adalah meninjau ulang strateginya secara menyeluruh, bukan sekadar menambah budget atau mencoba channel baru.
TOPIK BERITA TERKAIT:
#cara-mendapatkan-leads #krona-digital-marketing-agency #b2b-bisnis #channel-digital-marketing