Sabtu, 14 Februari 2026 01:57 WIB

Daerah

Dinkes Kaltim Pastikan Nol Kasus Nipah, Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan Diperketat

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Ilustrasi virus. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memastikan hingga saat ini wilayah Bumi Etam masih terbebas dari serangan virus Nipah. Meski demikian, menanggapi Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI terbaru, otoritas kesehatan mulai memperketat pintu masuk transportasi internasional dan domestik sebagai langkah mitigasi.

Eryariyatin, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, menegaskan bahwa belum ada satu pun laporan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia.

“Belum ada. Sampai saat ini tidak terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur,” jelas Eryariyatin pada Kamis, 12 Februari 2026.

Virus Nipah diwaspadai karena merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui cairan tubuh hewan yang terinfeksi, khususnya kelelawar buah. Penyakit ini menjadi atensi serius karena memiliki tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) yang cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Gejala yang muncul pada pasien terinfeksi biasanya meliputi demam, gangguan pernapasan, hingga kondisi berat seperti radang otak (ensefalitis) yang ditandai dengan kejang dan penurunan kesadaran. Namun, Eryariyatin menenangkan masyarakat bahwa virus ini tidak menyebar secepat Covid-19 karena membutuhkan interaksi kontak erat untuk berpindah inang.

Guna mencegah masuknya virus, pengawasan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Pelabuhan Semayang kini lebih intensif. Petugas menyisir pelaku perjalanan menggunakan pemindai suhu (thermal scanner) serta memantau data kesehatan melalui aplikasi SATUSEHAT Health Pass (SSHP).

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam mengonsumsi produk alam. Nira yang diambil langsung dari pohon wajib dimasak terlebih dahulu, dan buah-buahan harus dicuci bersih serta dipastikan tidak ada bekas gigitan hewan liar sebelum dimakan.

“Masyarakat tidak perlu panik, cukup waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Pemerintah menekankan bahwa kunci utama pencegahan adalah penerapan pola hidup bersih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam usai berinteraksi dengan hewan liar. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dinkes-kaltim #bandara-sepinggan #pelabuhan-semayang #virus-nipah 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler